- Program Kerjasama dengan Stakeholder dalam Integrasi Pelaksanaan Program Pengelolaan Biodiversity Ekosistem Mangrove
- Program Penguatan Rehabilitasi Ekosistem Mangrove
- Program Pengembangan Upaya Pengawetan Jenis dan Plasma Nutfah melalui Arboretum
- Program Pengembangan dan Penguatan Sosial Ekonomi Masyarakat untuk Mendukung Pengelolaan Biodiversity Ekosistem Mangrove
Program Penguatan Rehabilitasi Ekosistem Mangrove
Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Ekosistem adalah melindungi ekosistem dan sumberdaya yang ada agar tetap lestari dan memberi manfaat bagi keberlangsungan kehidupan ekosistem itu sendiri dan terutama manusia. Guna mendukung pengelolaan tersebut diperlukan seperangkat program pengembangan dan pengelolaan biodiversity ekosistem. Program penguatan rehabilitasi ekosistem mangrove saat ini menjadi sangat penting untuk dilakukan yang didukung dengan kegiatan yang meliputi: 1). Rehabilitasi ekosistem mangrove; dan 2). Perlindungan ekosistem mangrove.
1. Kegiatan rehabilitasi ekosistem mangrove
Rehabilitasi ekosistem mangrove dilakukan setelah dilakukannya inventarisasi, identifikasi dan pemetaan ekosistem mangrove secara rinci, sehingga diketahui lokasi-lokasi yang memerlukan rehabilitasi. Rehabilitasi terhadap ekosistem mangrove perlu dilakukan di lokasi-lokasi yang telah mengalami kerusakan dan atau dilokasi yang kondisi ekosistemnya masih belum stabil. Kegiatan rehabilitasi dapat dilakukan dengan berbagai metode/teknik. Semua metode/teknik dapat dilakukan tergantung dari kondisi lokasi, ketersediaan dan kesediaan masyarakat untuk melakukannya agar usaha rehabilitasi dapat berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan.
2. Perlindungan ekosistem mengrove
Mengingat kondisi daerah ini didominasi ekosistem mangrove dan sebagain besar kehidupan masyarakat banyak berinteraksi langsung dengan ekosistem mangrove, menjadikan mangrove tidak hanya penting karena peranannya sebagai sumber pakan, habitat berbagai macam satwa, tempat memijah dan pengasuhan ikan, melindung pantai dari abrasi, sediment trap, dan lain-lain, tetapi juga berpeluang sebagai sumber pendapatan potensial masyarakat.
Mangrove sebagai komponen ekosistem memang memiliki pertumbuhan yang cukup cepat, tetapi laju perusakannya terutama oleh manusia juga tinggi. Oleh karena itu penanaman kembali mangrove akan sangat membutuhkan suatu upaya perlindungan/pengawasan untuk menjamin tanaman bisa tumbuh dan berkembang dengan baik dan menjadi ekosistem yang stabil sehingga ekosistem mangrove tersebut bisa pulih kembali seperti keadaan semula dan berfungsi sebagaimana mestinya bagi lingkungan setempat. Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menjamin kondisi di atas antara lain, yaitu:
- Melaksanakan rehabilitasi yang efektif meliputi proses dari tahapan capacity building masyarakat, pelaksanaan penanaman, perawatan, perlindungan dan pengawasan untuk menjamin terbentuknya ekosistem mangrove yang stabil dan fungsional
- Membuat aturan bersama berbasis masyarakat untuk menjamin terlaksananya perlindungan ekosistem, menentukan tata cara pemanfaatan dan tata cara pengawasan.
Matriks Program Penguatan Rehabilitasi Ekosistem Mangrove
Program | Kegiatan | Sub Kegiatan | Lokasi Program | Pelaksana dan Mitra | Tahun | ||||
---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | |||||
Penguatan area rehabilitasi ekosistem mangrove | Rehabilitasi ekosistem mangrove | Perencanaan rehabilitasi ekosistem mangrove | Div 1, 2,3, dan 4 | PT. Pertamina RU IV Mitra kerja : 1. Masyarakat 2. Dinas Perikanan Kab. Cilacap 3. KPHK Cilacap 4. BLH Daerah Cilacap 5. BPH Wil. VI 6. Perum Perhutani 7. NGO 8. Perguruan Tinggi | √ | √ | |||
Pengembangan desain rehabilitasi ekosistem mangrove | |||||||||
Pelatihan rehabilitasi mengrove berbasis masyarakat | |||||||||
Mobilisasi masyarakat untuk penanaman dan pemeliharaan | |||||||||
Pengembangan nursery/kebun bibit untuk keperluan perawatan | |||||||||
Monitoring perkembangan biodiversity | Div 1, 2,3, dan 4 | PT. Pertamina RU IV Mitra kerja : 1. Masyarakat 2. Dinas Perikanan Kab. Cilacap 3. KPHK Cilacap 4. BLH Daerah Cilacap 5. BPH Wil. VI 6. Perum Perhutani 7. NGO 8. Perguruan Tinggi | √ | √ | |||||
Perlindungan ekosistem mangrove | Membuat aturan bersama berbasis masyarakat untuk menjamin terlaksananya perlindungan ekosistem, menentukan tata cara pemanfaatan dan pengawasan | Kampung laut | PT. Pertamina RU IV Mitra kerja : 1. Masyarakat 2. Dinas Perikanan Kab. Cilacap 3. KPHK Cilacap 4. BLH Daerah Cilacap 5. BPH Wil. VI 6. Perum Perhutani 7. NGO 8. Perguruan Tinggi | √ | |||||
Membuat blok area perlindungan mangrove dengan luasan minimal 1 Ha pada masing-masing Divisi | Div 1, 2,3, dan 4 | PT. Pertamina RU IV Mitra kerja : 1. Masyarakat 2. Dinas Perikanan Kab. Cilacap 3. KPHK Cilacap 4. BLH Daerah Cilacap 5. BPH Wil. VI 6. Perum Perhutani 7. NGO 8. Perguruan Tinggi | √ |